MandiriKiuKiu

Wednesday, October 11, 2017

Puluhan Siswa Keracunan Nasi Kuning Di Kantin Sekolah


Puluhan siswa keracunan makanan pada hari Rabu (11/10). Siswa SDN 5 Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali mengalami keracunan makanan secara massal. Sesudah mengkonsumsi makanan yang di jual di sekolahnya, puluhan siswa itu langsung dilarikan ke IRD RSUD Buleleng. Dugaan sementara, puluhan anak-anak SD mengalami keracunan akibat mengkonsumsi nasi bungkus yang di jual di kantin sekolahnya.
Kejadian ini berawal ketika puluhan siswa membeli nasi kuning yang dijual oleh seorang guru berinisial DPOS (52) warga Banjar Dinas Babakan, Desa Panji. Sebanyak 50 bungkus nasi dan semua sudah terjual habis.
Sekitar pukul 09.30 WITA, ada sebanyak 3 orang siswa yang mengalami muntah-muntah, mual, dan pusing. Para guru pun mengajak 3 orang siswa tersebut ke Bidan Desa Panji. Dan dari bidan tersebut mereka dirujuk ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Yang dari awalnya hanya ada 3 orang siswa yang ke rumah sakit, kemudian disusul oleh 28 siswa lainnya yang datang diantar oleh guru dan orang tua siswa yang mengalami hal serupa.
Totalnya ada sebanyak 31 siswa yang mendapatkan penanganan medis saat ini. Rata-rata siswa yang mengalami keracunan ini mulai dari kelas 1 sampai dengan V SDN 5 Panji. Mereka mengaku merasakan mual dan mulai pusing usai mengkonsumsi nasi bungkus yang di jual di kantin sekolah mereka.
Ada seorang siswa yang keracunan bernama Kadek Wisnu Aditya menuturkan bahwa dirinya membeli nasi bungkus yang dijual di kantin sebanyak dua bungkus. Nasi itu dibeli dengan harga 2 ribu rupiah. Ia memakan nasi tersebut sebelum masuk kelas. Satu jam setelah menyantap nasi itu, perutnya langsung mules dan ia merasa pusing hingga muntah.
Polisi bersama dengan tim Dinkes Buleleng sudah mengambil sampel sisa nasi kuning dan mi untuk dibawa ke Labfor Denpasar. Berdasarkan laporan yang diterima, 17 orang sudah diperbolehkan pulang dan sisanya masih dirawat di rumah sakit.

Tuesday, October 10, 2017

Wajah Cucu Diceburkan Ke Wajan Berisi Minyak Panas Oleh Nenek Tiri


Wajah cucu diceburkan ke minyak panas oleh sang nenek. Seorang siswi kelas 5 SD, Rachel Heriani, yang baru berusia 11 tahun harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Rachel Heriani mengalami luka bakar yang parah di seluruh wajahnya akibat minyak panas. Pihak keluarga menduga bahwa luka bakar itu disebabkan oleh nenek tirinya.
Hampir seluruh wajahnya dibalut perban akibat mengalami luka bakar serius karena minyak panas. Ayah Rachel, Kusdian (42), mengatakan bahwa anaknya mengalami luka bakar serius akibat nenek tirinya. Hal ini pun dilaporkan ke pihak kepolisian.

Aparat Polres Cimahi menerima laporan dari pihak keluarga mengenai kasus ini. Kepala Polsek Gununghalu AKP Ikhwan Heriyanto mengatakan, Polres Cimahi telah mendatangi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), tempat Rachel dirawat, untuk menggali keterangan dari pihak keluarga korban.
“Awal kejadiannya kita dapat informasi ada kecelakaan biasa seorang anak tersiram minyak panas sudah dibawa ke Puskesmas Gununghalu, hanya diberi perawatan biasa. Pihak keluarga kemudian membawa ke Kota Bandung ke Rumah Sakit Pindad dah sudah dirujuk ke RSHS,” kata Ikhwan.
Menurut keterangan keluarga, wajah Rachel sengaja diceburkan ke wajan yang berisi minyak panas pada 29 September 2017 lalu. Sebelumnya, sang nenek membantah telah menceburkan wajah cucunya ke wajan berisi minyak panas.
“Dia (Rachel) saat kejadian gak sadar (pingsan). Neneknya teriak, datanglah warga lalu dibawa ke RS Gununghalu dikasih salep muka, katanya gak apa-apa. Saya Sabtu siang datang menjenguk. Saya nangis anak saya kok mukanya melepuh. Di situ saya sambil nangis ini harus dibawa ke Bandung,” tutur sang ayah.
Awalnya sang anak tidak mau bicara soal perlakuan sang nenek. Kusdian curiga karena luka yang dialami anaknya tidak wajar. Ia kemudian membujuk sang anak untuk bercerita. Dan dari hasil pembicaraannya, Rachel mengaku wajahnya sengaja dibenamkan oleh sang nenek ke dalam wajan berisi minyak panas.

Friday, October 6, 2017

Misteri Jam Tangan Seharga USD 135.000 Johannes Marliem


Misteri jam tangan mewah Johannes Marliem yang akan diberikan kepada Ketua DPR Setya Novanto. Sudah hampir dua bulan kasus kematian Johannes Marliem berlalu. Johannes sendiri adalah Direktur Biomorf Lone LLC Amerika Serikat. Itu adalah sebuah perusahaan penyedia produk automated finger print identification system (AFIS) merek L-1 untuk proyek e-KTP.
Menurut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johannes adalah saksi kunci kasus korupsi e-KTP. Namun ia ditemukan tewas di kediamannya di kawasan Los Angeles, Amerika Serikat, pada hari Kamis, 10 Agustus lalu. Banyak yang memberitakan bahwa Johannes mati akibat bunuh diri. Setelah kematiannya itu, kini pemberitaan mengenai dirinya kembali mencuri perhatian publik.
Aparat hukum Minnesota, Amerika Serikat melakukan penyelidikan dan pengusutan aset Marliem dan mereka menemukan hasil yang cukup mengejutkan. Sebuah pernyataan agen FBI, Johnathan Holden, termasuk dalam tuntutan hukum yang diajukan (5/10). Disebutkan bahwa Johannes Marliem mendapatkan keuntungan dari proyek e-KTP tersebut.
Johannes Marliem juga sempat melakukan negosiasi bolak-balik dengan KPK selama 18 bulan sebelum menyetujui untuk diwawancarai di Singapura pada bulan Maret tahun ini. Dan dalam wawancara yang telah dilakukan, ia membantah telah menyuap siapa pun. Holden juga mengungkapkan bahwa Marliem membeli sebuah jam tangan mahal seharga USD 135.000 atau senilai dengan 18 miliar lebih di Beverly Hills. Dan katanya jam tangan tersebut nantinya akan diberikan kepada Setya Novanto.
Johannes Marliem juga sempat mengatakan kepada penyidik bahwa ia pernah mengirimkan uang sebesar USD 700.000 ke rekening anggota DPR yang berinisial CH.
“Marliem juga dilaporkan menunjukkan dokumen elektronik dan foto lain yang relevan ke KPK, termasuk gambar jam tangan mewah yang ia beli, yang kemudian diberikan kepada ketua DPR oleh seseorang yang terlibat,” kata Holden, Kamis (5/10).
Sementara kuasa hukum ketua DPR Setnov, Fredrich Yunandi meminta pihak FBI memberikan bukti perihal jam tangan mewah milik kliennya tersebut.

Thursday, October 5, 2017

Orang-orang Yang Membela Dan Menentang Setya Novanto


Mereka yang pasang badan untuk Setya Novanto bukan hanya 1 atau 2 orang. Hasil dari praperadilan yang memenangkan Setya Novanto tidak membuat internal Golkar berhenti bergejolak. Kubu ini malah menentang dan membela sang ketua umum.
Juga banyak yang pro dan kontra karena adanya kasus ini. Ada beberapa orang yang ingin Novanto lengser namun juga ada yang ingin ia tetap berada di kursi orang nomor satu Golkar. Dua kubu tersebut pastinya punya pandangan masing-masing. Mereka yang pro terhadap Novanto menganggap isu tersebut sudah selesai karena status tersangka sudah dibatalkan. Namun masih ada beberapa yang menganggap bahwa itu tetap saja membuat citra Golkar merosot.
Berikut ini adalah beberapa orang yang membela dan menentang kepemimpinan Setya Novanto :
Ahmadi Noor Supit
Sudah lama Supit berada di pihak yang berseberangan dengan Novanto. Dia adalah mantan Timses Ade Komarudin melawan Novanto saat Munaslub Golkar pada 2016 lalu. Dia ingin Novanto segera mundur dari Golkar demi menyelamatkan Golkar jelang Pemilu 2019.
“Pertama tentu kembali kepada yang bersangkutan (Novanto), kalau mestinya sebagai kader yang baik, penyelamatan partai di atas segala-galanya, jadi itu pertama mundur adalah jalan yang terbaik,” kata Supit.
Nurdin Halid
Meski menjabat sebagai ketua harian Golkar, Nurdin Halid tampaknya menjadi pihak yang setuju jika Novanto lengser. Dia juga orang yang mendesak agar rekomendasi Tim Pengkajian yang meminta Novanto nonaktif segera dibahas di rapat pleno Golkar. Sekalipun rapat itu tanpa disetujui Sekjen Golkar Idrus Marham. Nurdin mengatakan bahwa rapat bisa dilakukan meski tak diteken Idrus.
Ridwan Bae
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae menegaskan bahwa turunnya elektibilitas partai itu adalah tanggung jawab semua kader. Jadi kalau adanya kemerosotan elektibilitas Golkar bukan semata-mata kesalahan ketua umum Setya Novanto. Dan menurutnya elektibilitas Golkar juga sudah turun sejak lama. Dan kasus korupsi yang menjeratnya tidak begitu mempengaruhi.

Wednesday, October 4, 2017

Kasus Korupsi E-KTP Yang Menjerat Setya Novanto


Kasus korupsi E-KTP yang menjerat Setya Novanto sempat membuat geger. Gugatan praperadilan yang diajukan Ketua DPR RI Setya Novanto juga sudah resmi diputus. Penetapan tersangka Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun dianggap tidak sah.
KPK telah mengalami kekalahan dalam sidang gugatan praperadilan yang diajukan oleh Ketua DPR RI, Setya Novanto, atas penetapannya sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan e-KTP. Pihak KPK sudah menyiapkan langkah kedua. Pihak KPK mengatakan bahwa mereka tidak akan menghentikan proses hukum dalam kasus e-KTP karena mereka juga sudah memiliki sejumlah bukti yang membuktikan adanya korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun.
KPK pun menyiapkan sejumlah langkah kuda, salah satunya surat pencegahan Setya Novanto untuk berpergian ke luar negeri.
Perpanjangan pencegahan akan dilakukan KPK agar Novanto dapat bersaksi dalam proses hukum kasus yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun.
“Pada waktu itu, surat pencekalan (pencegahan) karena yang bersangkutan (Setya Novanto) menjadi saksi. Surat pencekalan belum pernah dicabut, dan akan diperpanjang sekiranya akan habis,” ungkap Ketua KPK Agus Rahardjo, Senin (2/10/2017).
Walaupun Novanto tidak menjadi tersangka, Ketua Umum DPP Partai Golkar itu masih berstatus sebagai saksi. Kepala Biro Hukum KPK mengatakan, mereka akan mempelajari dan meneliti isi putusan praperadilan sebagai bahan evaluasi dan konsolidasi bersama tim penyidik dan JPU serta pimpinan KPK. Meski tak berstatus sebagai tersangka, Setya Novanto dinilai belum bebas sepenuhnya.
Sebab, putusan sidang praperadilan hanya menyangkut aspek formil sah atau tidaknya penetapan tersangka.
“Dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Setya Novanto tidak secara otomatis gugur,” kata Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK), Miko Ginting.
Pihak Novanto sebelumnya meminta KPK untuk menghentikan sementara penyidikan hingga ada putusan praperadilan. Novanto dua kali tak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka lantaran dirawat di rumah sakit. Dan pihak KPK juga berjanji bahwa mereka akan menuntaskan kasus korupsi yang merugikan negara ini.

Tuesday, October 3, 2017

Penembakan Di Las Vegas Memakan Korban Jiwa


Penembakan di Las Vegas memakan korban jiwa. Banyak korban berjatuhan karena tragedi ini. Otoritas keamanan di Las Vegas menyebutkan bahwa peristiwa penembakan ini terjadi di tengah konser musik Route 91 Harvest concert. Dan pelaku melancarkan aksinya dari lantai 32 Mandalay Bay.

Jumlah korban tewas dalam aksi penembakan di tengah konser musik di Mandalay Bay, Las Vegas, Minggu (1/10/2017) malam, terus bertambah. Kabar terakhir yang di dapat ada sebanyak 59 orang tewas dan lebih dari 500 orang lainnya mengalami luka-luka.

Kepolisian Las Vegas mengatakan bahwa pelaku penembakan tersebut adalah seorang laki-laki setempat yang sudah berusia 64 tahun bernama Stephen Paddock. Dan ia juga ditemukan tewas di kamar hotelnya. Penembakan yang dilakukan oleh Stephen Paddock terjadi sekitar pukul 22:30 (Senin, 11:30 WIB).
Stephen memesan sebuah suite besar di lantai 32 Madalay Bay Resort and Casino pada 28 September. Pegawai hotel juga telah memasuki kamar yang ia sewa beberapa kali namun tidak melihat ada sesuatu yang mencurigakan. Namun tidak disangka bahwa peristiwa yang besar akan terjadi.
Pihak kepolisian juga menemukan barang bukti sebanyak 34 senjata api milik Stephen. 16 senjata ditemukan di kamar hotelnya di Madalay Bay Resort and Casino, Las Vegas, dan 18 senjata api lainnya ditemukan di rumahnya di Mesquite, Nevada.
Berbeda dengan penembakan sebelumnya yang sering terjadi belakangan ini, pihak kepolisian mengatakan bahwa Stephen Paddock bukanlah bagian dari teroris. Banyak yang heran mengapa pihak kepolisian mengklaim bahwa Stephen bukanlah seorang teroris.
Namun ternyata pihak kepolisian memiliki jawaban mereka sendiri. Kepolisian Las Vegas mengatakan bahwa Stephen Paddock tidak memiliki catatan kriminal. Dan kepolisian juga tidak menemukan adanya hubungan antara pelaku dan organisasi teroris internasional manapun.
Adik pelaku penembakan sendiri juga mengatakan bahwa Stephen Paddock tidak pernah tergabung dalam kelompok teroris. Polisi juga sempat mencari seorang perempuan yang dikabarkan dengan dengan pelaku penembakan. Namun setelah menemukan perempuan tersebut, polisi mengatakan bahwa ia tidak memiliki keterkaitan apapun dengan peristiwa penembakan yang terjadi malam itu.

Friday, September 29, 2017

7 Orang Meninggal Karena Menghirup Asap Genset


7 orang tewas di Malang diduga akibat genset. Sebanyak 7 orang dinyatakan meninggal dunia dengan posisi tergeletak di kursi Balai Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Mereka diduga tewas karena keracunan asap genset  di Balai Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Kejadian ini baru diketahui perangkat desa Ngadas, Jumarto yang datang ke kantornya, Jumat (29/9/2017) pada pukul 07.00 wib dan ia kaget begitu melihat ada beberapa orang tergeletak dalam ruangan. Korban tewas dalam balai desa yang dalam kondisi tertutup rapat. Kejadian ini bermula ketika pada Kamis malam disana terjadi mati lampu dan mereka harus menghidupkan genset.
“Jadi ventilasi udaranya tidak ada, jendela semua tertutup rapat. Sementara para korban sejak malam menginap dan tidur di dalam balai desa,” kata Wakapolres Malang Kompol  Decky Hermansyah, Jumat (29/9/2017).
Tujuh korban yang meninggal dunia di lokasi itu adalah :
  1. Nurokhim (33), warga Desa Wonorejo, RT 05/RW 02, Kec Poncokusumo, Kab Malang.
  2. Ahmad Saifudin (38) warga Wonorejo, RT 05/RW 02, Kec Poncokusumo, Kab Malang.
  3. Hasrul Prio Purnomo (29) warga Desa Mojodadi RT 04/RW 04, Kec Kedungpring, Kab Lamongan.
  4. Muhammad Yusuf (18) warga Samaan Kota Malang.
  5. Jumad (34) Desa Gedogwetan, RT 2/RW 2, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
  6. Imam Safii (19) warga Desa Wonorejo, Kec Poncokusumo, Kab Malang.
  7. Irawan (35) warga Desa Wonorejo, Kec Poncokusumo, Kab Malang.
Pada saat mereka ditemukan, Kepala Desa menerima laporan bahwa ketujuh orang diatas belum bangun dari tidurnya. Namun ketika di cek ternyata mereka sudah dalam keadaan meninggal dunia. Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung juga membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi. Petugas juga sedang melakukan olah kejadian perkara di lokasi. Petugas juga meminta keterangan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian yang terjadi di  lapangan.
“Iya. Ditemukan 7 orang meninggal dunia diduga karena menghirup asap karbon monoksida dari genset,” kata Yade.