MandiriKiuKiu

Monday, November 27, 2017

Maria, Sudah Jadi Selingkuhan, Tewas Dianiaya Pula


Seorang wanita bernama Maria Dina Natalia yang masih berumur 23 tahun tewas dianiaya oleh selingkuhannya. Kematiannya pun meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya. Maria adalah warga Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Ia tewas diduga karena dianiaya oleh pria yang sudah beristri dan yang menjadi kekasihnya. Pria yang menjadi kekasihnya itu bernama Rahmad Hidayat berumur 27 tahun. Rahmad sendiri diketahui sudah memiliki istri dan dua anak. Ia adalah seorang pengangguran, sebelumnya Rahmad pernah bekerja di sebuah tambang batubara di Samboja.
Jenazah Maria dibawa oleh Rahmad ke kamar jenazah RSUD AW Syachranie, di Samarinda pada hari Kamis (23/11). Jasadnya tiba di kamar jenazah menggunakan ambulans Puskesmas Samboja. Alasannya pada saat itu adalah Maria meninggal karena sakit. Aparat Polsek Samboja bergerak cepat mengamankan Rahmad Hidayat. Ia adalah warga pendatang asal Mandailing Natal, Sumatera Utara. Rahmad menjadi terduga penganiaya yang berujung tewasnya pasangan selingkuhannya, Maria Dina Natalia.
Kabar tewasnya Maria tersebut akhirnya sampai ke telinga ayah kandungnya, Nicolaus yang sudah berumur 70 tahun. Ayahnya langsung menuju ke rumah sakit untuk melihat jasad anaknya yang sudah terbujur kaku. Ia curiga anaknya meninggal bukan karena sakit melainkan dianiaya. Karena itulah ia langsung melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian.
Selama ini Maria dan Rahmad tinggal satu atap di indekos kawasan Samboja, Kutai Kartanegara. Nicolaus juga mengakui bahwa anaknya dan kekasihnya itu memang sudah tinggal satu atap. Ia juga pernah bertemu dengan kekasihnya itu dan menurutnya ia adalah orang yang pendiam. Nicolaus sendiri menyarankan agar anaknya itu segera menikah dengan kekasihnya namun sarannya masih dianggap angin lalu. 2-3 hari lalu sebelum tewas Maria sempat mengabarkan kepada kakaknya bahwa ia ditendang 3 kali di bagian leher oleh Rahmad.
Kondisi jenazah Maria yang disimpan di ruang pendingin jenazah juga memprihatinkan. Setelah di autopsi banyak ditemukan tulang yang patah di badan korban.

Thursday, November 23, 2017

Trend Mismatched Shoes, Ada Yang Berani Coba?

Jangan salah pengertian dulu ya, mismathced shoes bukan kesalahan karena buru-buru mau berangkat loh! Yang namanya fashion itu gak pernah ada habisnya. Sama dengan trend satu ini, mismatched shoes sedang ngetrend di 2017 ini. 

Juga sudah banyak yang mulai memamerkan foto mereka dengan sepatu yang berbeda warna. Kira-kira trendnya seperti apa sih, penasaran? Check this out !!








Gimana setelah dilihat? Ada yang berani coba ini?

Tuesday, November 21, 2017

Ditetapkan Kembali Menjadi Tersangka, Setnov Kecelakaan


Setya Novanto ditetapkan kembali menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi e-KTP. Dalam masa penyidikan, Setnov sering mangkir dari panggilan pemeriksaan di KPK sampai pada akhirnya penyidik sendiri yang mendatangi rumahnya untuk melakukan penangkapan terhadap dirinya. Ketika hendak ditangkap, Setnov menghilang dan tidak ada yang tahu dimana keberadaannya. Pihak KPK juga sempat mengirimkan permohonan kepada Polri dan Interpol untuk memasukkan nama Setnov ke dalam DPO sebelum diketahui bahwa ia mengalami kecelakaan pada Kamis (26/11).
KPK resmi menahan Setnov, ia ditahan selama 20 hari terhitung dari tanggal 17 November hingga 6 Desember di Rutan Negara Kelas 1 Jakarta Timur Cabang KPK. Namun Ketua DPR itu harus dirawat di RS Medika Permata Hijau karena ia baru saja mengalami kecelakaan tunggal.
Febri Diansyah selaku juru bicara KPK, mengatakan bahwa pihak Setya Novanto sebelumnya menolak penandatanganan surat penahanan yang dibawa oleh penyidik KPK. Meskipun mereka menolak, KPK tetap akan menahan ketua umum Partai Golkar tersebut.
“Sebelum tim berangkat ke RSCM, penyidik memperlihatkan dan membacakan surat penahanan di depan pihak SN. Namun pihak SN menolak sehingga berita acara penahanan ditandatangani penyidik dan dua orang saksi dari RS Permata Hijau,” ujar Febri.
Peristiwa dan kasus yang melibatkan Setya Novanto ini membuat citra DPR menjadi buruk. Sebagai orang nomor satu di lembaga legislatif, ia seharusnya memberikan contoh yang baik dan taat kepada hukum. Peneliti Formappi, Lucius Karus mengkritik aksi menghilangnya Setnov.
“Mau kemana bangsa dibawa dengan model pemimpin seperti ini? Saat-saat dia dibutuhkan, dia dengan tanpa rasa tanggung jawab tiba-tiba menghilang. Dia pikir, memimpin bangsa ini seperti memimpin kelompok sirkus?” katanya.
Presiden Joko Widodo sendiri mengaku tidak ingin ikut campur dengan urusan nasib kursi Ketua DPR itu. Ia juga enggan berkomentar soal usulan pergantian Ketua DPR karena menurutnya itu masuk domain DPR bukan pemerintah.

Monday, November 20, 2017

Ketua DPR Setya Novanto Mengalami Kecelakaan Mobil


Ketua DPR, Setya Novanto mengalami kecelakaan tunggal pada Kamis (16/11) di kawasan Permata Hijau, Jakarta. Pada saat itu ia sedang menaiki mobil Toyota Fortuner dengan plat B 1732 ZLO. Mobil ketua DPR Setya Novanto menabrak tiang listrik. Akibat kejadian tersebut, ia harus menjalani perawatan di RS Medika Permata Hijau. Lokasi tempat terjadinya kecelakaan tersebut persis di samping kediaman pribadi Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.
Beberapa waktu lalu, Ketua DPR Setya Novanto ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP untuk kedua kalinya. Kali pertama Setya Novanto ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi, ia jatuh sakit. Kali kedua ia ditetapkan menjadi tersangka dan selang beberapa harinya ia mengalami kecelakaan. Dalam kecelakaan tunggal yang terjadi, Setnov duduk di kursi tengah mobil Fortuner B 1732 ZLO.
“Saudara Setya Novanto duduk di jok tengah samping kiri,” ujar Dirlantas Polda Metro Kombes Pol Hakim Pagarra.
Pada saat kecelakaan tersebut terjadi, ada 3 orang yang berada di dalam mobil tersebut. Mobil dikemudikan oleh wartawan Metro TV Hilman Matauchi. Ajudan sang Ketua DPR Setya Novanto yang bernama Reza sedang duduk di kursi depan. Mereka sedang dalam perjalanan menuju ke kantor stasiun Metro TV di kompleks Pilar Mas Raya, Kav A-D, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk.
Setelah kejadian tersebut, puluhan Polisi lalu lintas gabungan dari Korlantas, Ditlantas Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan, melakukan olah TKP. Sebelumnya olah TKP sudah dilakukan pada malam hari setelah peristiwa tersebut terjadi. Seorang petugas kepolisian, Ipda Sri Haryani mengatakan bahwa olah TKP ini dilakukan guna mengetahui apa sebenarnya penyebab terjadinya kecelakaan terhadap mobil yang ditumpangi oleh Setya Novanto.
Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Kingkin W mengatakan diperkirakan bahwa mobil tersebut dikemudikan dengan kecepatan yang cukup tinggi. Sang sopir mengaku sedang dalam kondisi lelah, sehingga hilang konsentrasi saat mengemudi. Setnov sendiri diketahui mengalami benjolan yang cukup serius.

Friday, November 17, 2017

Sepasang Kekasih Yang Jadi Korban Penganiayaan, Cikupa


Sepasang kekasih dituduh berbuat mesum di sebuah kontrakan di Kelurahan Sukamulya, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Pasangan sejoli berinisial M (20) dan R (28) ini digerebek karena warga menduga mereka melakukan hal mesum. Warga terus memaksa kedua korban untuk mengakui tindakan asusila mereka.
M yang menghuni kamar kontrakan tersebut sebenarnya hanya meminta sang pacar untuk membelikan nasi bungkus. Karena itulah sang pacar datang ke kontrakannya pada malam itu. Korban R membawa 2 nasi bungkus untuk dimakan bersama pada malam itu. Namun tak lama setelah sampai di kontrakan tersebut dan baru saja berniat mau makan malam bersama, tak tahunya warga sudah datang menggerebek.
“Dia antar makanan, ke kamar mandi sikat gigi, habis itu keluar langsung ditarik suruh ngaku, kalau nggak (ngaku) ditelanjangi. Tapi yang jelas aslinya pakai baju. Dia pakai baju dua-duanya. Digedor orang, ditarik bajunya, dibuka oleh oknum itu,” ujar Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif.
Wanita berinisial M yang difitnah warga tersebut hidup seorang diri di kontrakan tempatnya digerebek. Menurut Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif mengatakan, korban merupakan seorang yatim-piatu dan sama sekali tidak memiliki saudara di sekitar lokasi kejadian.
“Saya sampaikan kedua korban, khususnya yang perempuan. Yang perempuan ini disini sebatang kara. Tidak ada keluarga sama sekali. Dan ia adalah yatim-piatu,” kata Sabilul, Selasa.
Banyak yang menyayangkan aksi warga tersebut. Pasalnya, tak hanya menghakimi secara fisik, kedua pasangan mesum itu juga dilucuti pakaiannya lalu dibawa keliling kampung. Dan hingga saat ini satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang sudah menangkap total 6 pelaku penganiayaan. Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif juga menggelar jumpa pers di lokasi kejadian.
Kapolres juga menyayangkan kejadian tersebut, ketua RT dan RW yang seharusnya mencegah dan mengayomi warganya malah bertindak provokatif dengan mempersilahkan warganya melakukan tindakan tersebut. Polisi menyiapkan psikiater untuk memulihkan kondisi kejiwaan korban yang sempat trauma dan juga memberikan perlindungan hukum.

Tuesday, November 14, 2017

Dua Sejoli Diarak Warga Setengah Telanjang


Belakangan ini beredar video yang membuat geger media. Tampak dua sejoli diarak warga dengan keadaan setengah telanjang. Dua sejoli yang berinisial R dan M. Mereka diarak oleh warga karena dikira sedang kumpul kebo. Warga Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, merasa terganggu dengan ulah pasangan muda ini. Mereka menduga pasangan yang belum menikah ini sedang kumpul kebo di sebuah rumah kontrakan.
Warga langsung mengambil tindakan tanpa berusaha mencari tahu kebenarannya. Mereka langsung menggerebek rumah kontrakan tersebut. Warga menggerebek pada Minggu malam pukul 23.00 WIB. Warga yang datang menggerebek dan mengarak pasangan sejoli ini didominasi laki-laki. Bukan hanya mengarak dan memaksa kedua sejoli ini membuka baju mereka, warga juga memvideokan kejadian tersebut.
Korban pria tersebut diarak dengan hanya menggunakan celana dalam, sedangkan si wanitanya masih mengenakan atasan, namun juga sempat dipaksa buka oleh warga hingga nyaris bugil. Pihak kepolisian yang mengetahui kejadian tersebut langsung mendatangi kampung tersebut dan mengamankan 3 orang yang diduga telah menganiaya pasangan R dan M ini.
Pihak kepolisian sendiri memastikan bahwa dua sejoli ini tidak melakukan hubungan asusila saat digerebek oleh warga sekitar. Hingga saat ini total sudah ada 6 orang yang diduga menjadi provokator dalam aksi tersebut, termasuk ketua RT setempat. Dan motif para pelaku masih didalami pihak kepolisian. Enam pelaku yang sudah diamankan berinisial G, T, A, I, S, dan N.
“Untuk motif kita masih selidiki, kita masih dalami. Kita belum bisa menyampaikan . Yang paling penting adalah penegakan hukum harus dilakukan,” kata Kapolres Kota Tangerang, AKBP Sabilul Alif di lokasi, Selasa (14/11).
Masing-masing peran tersangka memiliki perannya tersendiri. Dan menurut Sabilul, ketua Rukun Tetangga (RT) yang berinisial T yang melakukan provokasi terhadap warga hingga terjadi aksi penganiayaan tersebut. T jugalah yang menginisiasi warga untuk memfoto korban dan untuk memanggil warga lainnya.

Terlanjur Ketergantungan Dengan Krim Dokter? BACA!!


Semua wanita pasti ingin cantik, bahkan banyak yang berlomba-lomba untuk menjadi cantik. Kulit yang cerah, putih dan bebas jerawat pasti menjadi idaman. Bahkan ada beberapa orang yang demi mendapatkan wajah yang flawless mereka rela merogoh kocek dalam untuk melakukan perawatan di dokter kecantikan. Lama-kelamaan kulit malah jadi ketergantungan dengan kosmetik dari dokter, jadi malah beruntusan saat tidak digunakan.

Solusinya untuk berhenti apa dong? 

Hal yang paling pertama adalah, apakah anda sudah benar-benar berniat untuk berhenti memakai krim dokter? Jika kamu memang sudah bertekad untuk berhenti menggunakan krim dokter, maka kamu juga sudah harus siap dengan kondisi terburuk yang mungkin saja bisa kamu alami. Misalnya saja wajah menjadi bruntusan, kusam, dan timbul jerawat dan masalah lainnya. Hal ini sebenarnya normal karena merupakan proses detoksifikasi dan pengeluaran berbagai bahan kimia yang sudah masuk dalam kulitmu. Dan keadaan ini juga tidak akan berlangsung lama. Biasanya ini terjadi sebentar saja dan paling lamanya 6 bulan.

Dan ada satu hal lagi yang perlu diingat, yaitu ketika anda ingin berhenti menggunakan krim dokter, berhentilah secara perlahan. Kurangilah pemakaian produknya, seminggu sekali hentikan penggunaan produk satu per satu.

Ketika kulit kita sedang mengalami detoksifikasi ada baiknya kita menggunakan masker sebagai bentuk perlindungan wajah kita dari paparan sinar matahari. Dan jika memang sedang tidak perlu untuk keluar rumah lebih baik jangan dulu. Dan ketika masa detoksifikasi ada baiknya oleskan lidah buaya pada wajahmu untuk menyegarkan serta melembabkan.

Dan kalau proses detoksifikasinya sudah selesai, barulah mulai untuk mencari lagi skin care yang cocok dengan kulit wajah kamu.